Anda harus mengaktifkan JavaScript untuk menggunakan tema ini.

Sejarah Desa

Desa Angseri

Hari_Raya_Pagerwesi_celebration_in_Bali_with_Angseri_village_background Sejarah kelahiran suatu desa di bali kebanyakan mengambil peristiwa yang menonjol yang melatarbelakangi data – data itu biasanya kita dapat kita ambil pada babad babad,Prasasti,peninggalan sejarah atau berdasarkan informasi dari orang tua yang mengetahui dan patut dipercaya kebenarannya

Demikian juga dalam menyusun sejarah Desa Angseri secara detail sangat sulit karena keterbatasan data dan informasi yang ada.bahan penyusunannya sangat langka biarpun begitu kami susun sejarah singkatnnya berdasarkan informasi yang kami dapatkan berdasarkan data pada masing – masing Banjar adalah sebagai berikut :

  1. Asal – Usul Banjar Angseri
    Pada jaman kerajaan Bali/Cutag Marga semasa Anak Agung Gede marga Berkuasa,suatu ketika Mengirim utusan/Hulu balang dari puri marga sebanyak 11 Orang, guna meninjau daerah pegunungan sebab daerah tersebut sering terganggu keamanannya,para utusan mengamankan daerah tersebut atas perintah Raja.dan untuk menjaganya dibuatkanlah pos–pos penjagaan yang antara lain :Banjar Juet,Banjar Pegulingan ,Banjar Sema, Karang Peninjauan,Setelah beberapa lama jumlah penduduk semakin banyak maka diadakan musyawarah dari masing – masing Banjar  untuk pindah ketempat yang lebih aman dan indah yang dalam bahasa balinya ASRI tapi dalam perkembangannya karena pengaruh dialeknya berubah pengucapan menjadilah ANGSERI sampai sekarang.
  2. Asal – Usul Banjar Tegeh
    Pada jaman dahulu datanglah rombongan pendatang dengan Maksud untuk menetap di daerah tersebut dan di tempat tersebut banyak tumbuh pohon Mangga ( POH ) yang tinggi–tinggi kemudian oleh masyarakat setempat tempat itu di beri nama banjar poh tegeh, makin lama sebutan poh tegeh berubah menjadi Petegeh dan akhirnya di kenal sebagai Banjar tegeh Saja
  3. Asal – Usul Banjar Munduk Lumbang
    Dulunya berasal dari kata munduk batu Lumbang karena tempat itu di temukan batu yang sangat lebar dengan ukuran Panjang 5 Meter dan Lebar 2 Mete,kemudian batunya hilang sehingga menjadi Banjar Munduk Lumbang.
  4. Asal Usul Desa Angseri
    Sebelum jaman kemerdekaan Angseri masih merupakan dusun yang masuk bagian dari desa apuan yang penduduk angseri berasal dari banjar sema Payangan Gianyar, banjar pujung Tegalalang Gianyar,banjar Blahkiuh badung,semakin lama jumlah penduduk dan jumlah wilayah dusun/banjar angseri semakin bertambah sehingga ditingkatkan menjadi Desa Angseri yang kemudian disahkan Oleh Penggawa marga yaitu I NYOMAN LAYAR, dan akhirnya desa angseri di bagi menjadi tiga dusun yaitu Dusun tegeh.Dusun Angseri,dan Dusun Munduk Lumbang sejarahnya seperti tersebut diatas.
Admin SID 26 Agustus 2016 Dibaca 1.481 Kali
Transparansi Publik

Anggaran Desa

Keterbukaan pengelolaan keuangan untuk masyarakat

57.6% Realisasi

APBD 2026 Pelaksanaan

Rp 3.679.767.706,06 Rp 2.120.358.803,97
Pendapatan 64.19%
Realisasi: Rp 1.012.918.571,37 Anggaran: Rp 1.577.910.174,43
Belanja 45.95%
Realisasi: Rp 845.466.554,00 Anggaran: Rp 1.839.883.853,03
Pembiayaan 100%
Realisasi: Rp 261.973.678,60 Anggaran: Rp 261.973.678,60
64.2% Realisasi

APBD 2026 Pendapatan

Rp 1.577.910.174,43 Rp 1.012.918.571,37
Hasil Usaha Desa 300%
Realisasi: Rp 3.000.000,00 Anggaran: Rp 1.000.000,00
Dana Desa 100%
Realisasi: Rp 359.439.000,00 Anggaran: Rp 359.439.000,00
Bagi Hasil Pajak Dan Retribusi 42.56%
Realisasi: Rp 151.882.000,00 Anggaran: Rp 356.883.000,00
Alokasi Dana Desa 66.58%
Realisasi: Rp 373.600.000,00 Anggaran: Rp 561.120.000,00
Bantuan Keuangan Provinsi 22.22%
Realisasi: Rp 30.000.000,00 Anggaran: Rp 135.000.000,00
Bantuan Keuangan Kabupaten/Kota 55.74%
Realisasi: Rp 85.950.000,00 Anggaran: Rp 154.200.000,00
Penerimaan Dari Hasil Kerjasama Dengan Pihak Ketiga 100%
Realisasi: Rp 5.575.000,00 Anggaran: Rp 0,00
Bunga Bank 33.82%
Realisasi: Rp 3.472.571,37 Anggaran: Rp 10.268.174,43
46% Realisasi

APBD 2026 Pembelanjaan

Rp 1.839.883.853,03 Rp 845.466.554,00
Bidang Penyelenggaran Pemerintahan Desa 54.51%
Realisasi: Rp 569.164.567,00 Anggaran: Rp 1.044.169.873,45
Bidang Pelaksanaan Pembangunan Desa 51.9%
Realisasi: Rp 231.981.987,00 Anggaran: Rp 446.986.695,00
Bidang Pembinaan Kemasyarakatan Desa 1.47%
Realisasi: Rp 3.300.000,00 Anggaran: Rp 224.656.000,00
Bidang Pemberdayaan Masyarakat Desa 32.56%
Realisasi: Rp 31.420.000,00 Anggaran: Rp 96.486.000,00
Bidang Penanggulangan Bencana, Darurat Dan Mendesak Desa 34.8%
Realisasi: Rp 9.600.000,00 Anggaran: Rp 27.585.284,58